Teks Khutbah Jum’at  “4 Rahasia Ketaatan dan Persiapan Menyambut Ramadhan”
5 mins read

Teks Khutbah Jum’at “4 Rahasia Ketaatan dan Persiapan Menyambut Ramadhan”

Teks Khutbah Jum’at

“4 Rahasia Ketaatan dan Persiapan Menyambut Ramadhan”

Oleh Dr. Derysmono, B.Sh., S.Pd.I., M.A.

(Wakil Ketua 1 STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta, CEO adaustadzh.com, Ketua Umum PP HDMI, Direktur Ma’had Aly Raudhotul Qur’an Azzam Sako)

 

Khutbah ke-1

إنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَهْدِيهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ مَنْ بَعَثَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ هَادِيًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الأَمَانَةَ وَنَصَحَ الأُمَّةَ فَجَزَاهُ اللهُ عَنَّا خَيْرَ مَا جَزَى نَبِيًّا مِنْ أَنْبِيَائِهِ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى كُلِّ رَسُولٍ أَرْسَلَهُ

. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Hadirin Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah

Alhamdulillah, marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga kita dapat berkumpul di masjid ini dalam rangka menunaikan ibadah shalat Jumat, Semoga di akhir bulan Sya’ban ini 1447 H kita senantiasa diberikan kemudahan oleh Allah dalam ketaatan kepada-Nya, meningkatnya taqwa dan keimanan kepada Allah swt. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarga, sahabat, serta para pengikutnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan kali ini izinkan juga Khatib menyampaikan nasehat dan wasiat bagi diri khotib dan kepada hadirin yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah rasa sayang kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala takut kepada azabnya Allah dan senantiasa mengikuti dan melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhi larangan-larangannya.

Hadirin Sebentar lagi tamu agung bernama Ramadhan akan datang. Bulan yang di dalamnya ada ampunan, pembebasan dari neraka, dan pelipatgandaan pahala. Namun Ramadhan tidak otomatis menjadikan seseorang bertakwa. Banyak orang masuk Ramadhan, tetapi keluar darinya tetap sama. Mengapa? Karena ia masuk tanpa persiapan hati.

Para ulama menyebutkan bahwa keberhasilan Ramadhan ditentukan oleh persiapan sebelum Ramadhan.

Hari ini kita renungkan empat rahasia agar Ramadhan kita berbeda.

Rahasia Pertama: Membangkitkan Kerinduan kepada Allah

Disebut dalam kitab ini:

بعث واستثارة الشوق إلى الله

membangkitkan dan menggugah rindu kepada Allah.

Karena iman bisa melemah. Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ الإِيمَانَ لَيَخْلَقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوا اللَّهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيمَانَ فِي قُلُوبِكُمْ.

“Sesungguhnya iman itu bisa usang dalam dada kalian sebagaimana pakaian menjadi usang. Maka mintalah kepada Allah agar memperbarui iman di hati kalian.”
(HR. الطبراني dan الحاكم — dinilai hasan/shahih oleh sebagian ulama)

Makna kata يخلق di sini artinya memudar, melemah. Hati yang dulu semangat ibadah bisa menjadi dingin. Karena itu Ramadhan perlu disambut dengan menyalakan kembali rindu kepada Allah.

Dalam hadits qudsi:

إِذَا تَقَرَّبَ العَبْدُ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا.

(HR. البخاري — shahih)

Maknanya: kalau hamba mendekat sedikit, Allah mendekat lebih banyak.
Kalau hamba berjalan, Allah datang dengan cepat.

Ini menunjukkan rahmat Allah besar, tapi langkah awal harus dari kita.

Cara membangkitkan rindu:

  1. Merenungi nama dan sifat Allah
  2. Mengingat nikmat Allah
  3. Menyesali dosa masa lalu
  4. Melihat orang yang lebih taat lalu termotivasi

Contoh nyata adalah sahabat أبو الدحداح الأنصاري.

Ketika turun ayat:

{مَن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا}

Ia langsung memahami secara zahir tanpa ragu. Ia sedekahkan kebunnya berisi ratusan kurma.

Diriwayatkan dari عبد الله بن مسعود bahwa Nabi ﷺ bersabda:

كَمْ مِنْ عِذْقٍ رَدَاحٍ فِي الجَنَّةِ لِأَبِي الدَّحْدَاحِ.

“Betapa banyak tandan kurma lebat di surga untuk Abu Dahdah.”
(Riwayat hasan)

Kata عذق رداح artinya tandan kurma yang berat karena penuh buah.
Ini gambaran balasan besar bagi orang yang hatinya hidup.

Rahasia Kedua: Memahami Keutamaan Musim Ibadah

Allah memilih waktu-waktu istimewa. Ramadhan adalah musim panen pahala.

Ada hadits:

اطْلُبُوا الخَيْرَ دَهْرَكُمْ كُلَّهُ، وَتَعَرَّضُوا لِنَفَحَاتِ رَبِّكُمْ.

(Dari أبو هريرة — dinilai dha‘if)

Walau dha‘if, maknanya benar dan dikuatkan riwayat lain.

Makna نفحات adalah hembusan rahmat.
Seperti angin sejuk yang tidak datang setiap saat.

Ramadhan adalah hembusan rahmat terbesar.
Orang cerdas adalah yang memposisikan diri agar terkena hembusan itu.

Karena setiap hari yang berlalu tidak kembali.
Setiap Ramadhan yang pergi mungkin tidak kita jumpai lagi.

Rahasia Ketiga : Melatih Tekad dan Kesungguhan

Ibadah butuh latihan. Jiwa kita tidak otomatis suka taat.

Nabi ﷺ bersabda:

اكْلَفُوا مِنَ العَمَلِ مَا تُطِيقُونَ.

(HR. مسلم — shahih)

Artinya: lakukan amal sesuai kemampuan agar bisa istiqamah.
Bukan berarti santai, tapi konsisten.

Latihan sebelum Ramadhan:

  1. Biasakan puasa sunnah
  2. Kurangi tidur malam
  3. Latih tilawah
  4. Lawan malas

Karena orang yang tiba-tiba ingin rajin di Ramadhan tanpa latihan biasanya cepat lelah lalu berhenti.

Rahasia Keempat: Meninggalkan Lingkungan Malas

Lingkungan sangat mempengaruhi iman.

Allah berfirman:

{وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم}

“Bersabarlah bersama orang-orang yang beribadah kepada Rabbnya.”

Nabi ﷺ juga mengisahkan pembunuh 100 jiwa yang diperintah pindah ke lingkungan orang shalih (Muttafaq ‘alaih).

Artinya perubahan iman sering dimulai dari perubahan lingkungan.

Kalau teman kita sibuk dunia, kita ikut lalai.
Kalau teman kita rajin ke masjid, kita ikut hidup.

Carilah teman Ramadhan:

  1. Yang membangunkan sahur
  2. Mengajak tarawih
  3. Mengingatkan tilawah
  4. Menjaga dari maksiat

Wahai hamba-hamba Allah, jalan ketaatan tidaklah berat bagi orang yang jujur kepada Allah,
namun terasa berat bagi hati yang masih terpaut pada dunia.

Siapa yang paham nilai waktu akan memanfaatkannya,
dan siapa yang sadar pendeknya umur akan bersegera sebelum terlambat.

Musim-musim kebaikan berlalu cepat,
orang yang berbahagia adalah yang menyambutnya dengan hati hidup dan tekad yang tulus.

Jangan jadikan Ramadhan seperti bulan lainnya,
dan jangan biarkan hari-harinya berlalu seperti hari biasa.

Ketahuilah, Allah tidak melihat banyaknya amal semata,
tetapi melihat kejujuran hati di baliknya.
Satu langkah jujur menuju Allah bisa membuka pintu hidayah yang tak terbayangkan.

Siapa memperbaiki batinnya, Allah perbaiki lahirnya.
Siapa menghidupkan hati dengan mengingat Rabbnya, Allah hidupkan ruhnya dengan cahaya kedekatan.

Maka sambutlah Ramadhan seperti seorang yang rindu,
dan berjalanlah menuju Allah seperti orang yang tahu bahwa perjalanan itu adalah kehidupan bagi hati dan keselamatan di akhirat.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا   أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ   اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *