Teks Khutbah Jum’at “Urgensi Membela dan Memuliakan Masjid Al-Aqsa serta Bela Sungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon ”
Teks Khutbah Jum’at
“Urgensi Membela dan Memuliakan Masjid Al-Aqsa serta Bela Sungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon ”
Oleh Dr. Derysmono, B.Sh., S.Pd.I., M.A.
(Wakil Ketua 1 STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta, CEO adaustadzh.com, Direktur surat kabar lintasiman.com, Ketua Umum PP HDMI, Direktur Ma’had Aly Raudhotul Qur’an Azzam Sako Banyuasin)
Khutbah ke-1
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Hadirin Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah
Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan banyak nikmat dan anugrah kepada kita, bil khusus telah memberikan nikmat paling khusus, yaitu nikmat Islam dan iman. Mari kita senantiasa syukuri dan nikmati.
Sholawat dan salam senantiasa kita bacakan untuk kepada Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau adalah teladan sejati dalam membela hak-hak umat Islam, memerangi kezhaliman dan menjunjung tinggi kebenaran.
Hadirin yang dirahmati Allah
Pada kesempatan kali ini izinkan juga Khatib menyampaikan nasehat dan wasiat bagi diri khotib dan kepada hadirin yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah rasa sayang kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala takut kepada azabnya Allah dan senantiasa mengikuti dan melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhi larangan-larangannya.
Hadirin yang dirahmati Allah
Izinkan khotib Pada kesempatan kali ini menyampaikan suatu tema yaitu Urgensi Membela dan Memuliakan Masjid Al-Aqsa serta Bela Sungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon.
Hadirin yang dirahmati Allah
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketahuilah bahwa di antara tanda keimanan adalah mencintai dan menjaga syiar-syiar Allah, termasuk memuliakan masjid-masjid-Nya.
Allah Ta‘ala berfirman:
سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ …
“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” (QS. Al-Isra: 1)
Dan Allah juga berfirman:
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرۡفَعَ وَيُذۡكَرَ فِيهَا ٱسۡمُهُۥ ….٣٦ [ النّور:36-36]
“Di rumah-rumah (masjid) yang telah diperintahkan Allah untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya.” (QS. An-Nur: 36)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Masjid Al-Aqsa bukan sekadar bangunan, melainkan simbol akidah, sejarah, dan kemuliaan umat Islam. Ia adalah kiblat pertama kaum muslimin, tanah para nabi, dan tempat yang diberkahi oleh Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَىٰ ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِي هَذَا، وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَىٰ»
“Tidak dianjurkan melakukan perjalanan jauh kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini, dan Masjid Al-Aqsa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadis lain beliau bersabda:
“Shalat di Masjid Al-Aqsa setara dengan lima ratus kali shalat.”
Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan Masjid Al-Aqsa dalam Islam.
Namun, jamaah sekalian,
Saat ini kita menyaksikan berbagai pembatasan dan tekanan terhadap Masjid Al-Aqsa. Hal ini bukan sekadar persoalan politik, tetapi menyangkut kehormatan umat dan kesucian tempat ibadah.
Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab:
- Menyadari bahwa menjaga Masjid Al-Aqsa adalah kewajiban moral dan keimanan.
Allah berfirman,
﴿وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ﴾
(QS. Al-Hajj: 32)
“Barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka itu termasuk ketakwaan hati.”
Sebagaimana Allah Ta‘ala menjelaskan bahwa di antara tanda baiknya hati dan lurusnya adalah dengan mengagungkan syiar-syiar-Nya. Allah berfirman, “Demikianlah (perintah Allah), dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu termasuk ketakwaan hati” (QS. Al-Hajj: 32). Yang dimaksud dengan syiar-syiar Allah adalah seluruh perintah dan larangan-Nya. Mengagungkannya dilakukan dengan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah, meninggalkan apa yang dilarang-Nya, serta memuliakannya dalam hati dengan penuh kecintaan dan penghormatan. Selain itu, pengagungan tersebut juga diwujudkan dengan menyempurnakan ibadah tanpa sikap meremehkan, tanpa rasa malas, dan tanpa merasa berat dalam menjalankannya (Al-Durar al-Muntaqā min al-Kalimāt al-Mulqā, hlm. 8; Al-Qur’an, QS. Al-Hajj [22]: 32.)
2. Menumbuhkan kepedulian dan doa untuk saudara-saudara kita di sana.
Dalam ajaran Islam, kepedulian terhadap sesama muslim merupakan konsekuensi dari ukhuwah imaniyah yang ditegaskan dalam Al-Qur’an: ﴿إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ﴾ (QS. Al-Hujurat: 10), yang berarti bahwa seluruh orang beriman adalah bersaudara, sehingga mereka memiliki kewajiban untuk saling peduli, terutama dalam keadaan sulit dan penderitaan. Hal ini diperkuat oleh hadis Nabi ﷺ
«مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ كَالْجَسَدِ الْوَاحِدِ»
(HR. Muslim),
yang menggambarkan bahwa kaum mukminin dalam kasih sayang dan kepedulian bagaikan satu tubuh; apabila satu bagian merasakan sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya, termasuk kondisi yang dialami kaum muslimin di Masjid Al-Aqsa. Selain itu, Islam juga menganjurkan untuk mendoakan sesama muslim, sebagaimana sabda Nabi ﷺ
«دَعْوَةُ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ»
(HR. Muslim), yang menunjukkan bahwa doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang mustajab.
3. Menyampaikan kebenaran dan meningkatkan kesadaran umat tentang pentingnya Masjid Al-Aqsa.
Dalam ajaran Islam, menyampaikan kebenaran dan meningkatkan kesadaran umat merupakan kewajiban yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Allah Ta‘ala berfirman:
﴿وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ﴾
(QS. Ali Imran: 104)
yang menegaskan bahwa harus ada sekelompok umat yang menyeru kepada kebaikan dan mengajak kepada yang ma‘ruf, termasuk dalam hal ini menyampaikan pentingnya Masjid Al-Aqsa kepada kaum muslimin. Selain itu, Allah juga berfirman:
﴿وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ﴾
(QS. Adz-Dzariyat: 55)
yang menunjukkan bahwa memberikan peringatan dan nasihat adalah tugas yang bermanfaat bagi orang-orang beriman. Hal ini diperkuat oleh sabda Nabi ﷺ:
«بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً»
(HR. Bukhari), yang memerintahkan setiap muslim untuk menyampaikan ajaran kebenaran walaupun hanya sedikit, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Bertolak dari tanggung jawab agama dan sejarah terhadap Masjid Al-Aqsa, maka ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan:
Pertama: Menegaskan kewajiban syar’i dan kemanusiaan untuk membuka Masjid Al-Aqsa bagi para jamaah. Masjid ini adalah amanah umat Islam, dan tidak boleh ada pembatasan terhadapnya.
Kedua: Memberikan peringatan kepada dunia Islam bahwa penutupan Masjid Al-Aqsa adalah langkah berbahaya yang dapat mengancam identitas Islamnya dan membuka jalan perubahan statusnya.
Ketiga: Mengajak umat Islam untuk melakukan aksi damai yang sah sebagai bentuk kepedulian dan pembelaan terhadap hak-hak keagamaan.
Keempat: Mendorong para ulama dan khatib untuk terus menyampaikan tentang pentingnya Masjid Al-Aqsa agar kesadaran umat semakin meningkat.
Kelima: Menyeru para pemimpin negara-negara Islam agar mengambil langkah nyata, termasuk mengadakan pertemuan darurat demi melindungi Masjid Al-Aqsa.
Keenam: Mengajak Majelis Ulama Indonesia, Ormas islam dan Seluru Elemen Umat untuk senantiasa menjalankan peran mereka dalam membimbing umat serta memberikan tekanan yang sah demi menjaga tempat suci Islam.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Di tengah berbagai ujian yang menimpa kaum muslimin, kita juga berduka atas jatuhnya korban dari saudara-saudara kita mereka Adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon, mereka adalah prajurit perdamaian yang menjalankan tugas kemanusiaan. Tindakan kekerasan yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI merupakan peristiwa yang sangat kita kecam, karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip keadilan yang diajarkan dalam Islam. Kita mengutuk serangan yang dilakukan oleh Zionis Israel.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا﴾
(QS. Al-Ma’idah: 32)
“Barang siapa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar, seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia.”
Ayat ini menunjukkan bahwa setiap tindakan pembunuhan tanpa hak adalah kezaliman besar yang tidak dibenarkan dalam agama apa pun. Oleh karena itu, kita menyeru kepada seluruh pihak untuk menghentikan kekerasan, menghormati nyawa manusia, dan menegakkan keadilan.
Kita juga mendoakan agar para korban yang gugur diterima di sisi Allah sebagai orang-orang yang mendapatkan kemuliaan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Peran kita mungkin kecil, tetapi di sisi Allah sangat besar nilainya jika dilakukan dengan ikhlas. Doa, kepedulian, dan persatuan umat adalah kekuatan yang tidak boleh diremehkan.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
