Teks Khutbah Jumat “Andai Kau Tahu, Bahwa Allah Sangat Sayang Padamu”
Teks Khutbah Jumat
“Andai Kau Tahu, Bahwa Allah Sangat Sayang Padamu”
Oleh: Dr. Derysmono, B.Sh., S.Pd.I., M.A.
(Wakil Ketua 1 STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta, CEO adaustadzh.com, Direktur surat kabar lintasiman.com, Ketua Umum PP HDMI, Direktur Ma’had Aly Raudhotul Qur’an Azzam Sako Banyuasin)
Edisi Khutbah Jumat
Juni 2026
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”
QS. Ali ‘Imran: 102
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita meningkatkan takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Takwa bukan hanya hadir ketika hidup terasa mudah. Takwa juga harus tetap menyala ketika hati sedang terluka, ketika manusia meninggalkan kita, ketika masalah datang bertubi-tubi, ketika dosa membuat kita merasa jauh, dan ketika kita lupa berdoa namun Allah tetap mencukupi kehidupan kita.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, manusia paling mulia, teladan bagi orang-orang yang diuji, penuntun bagi hati yang lemah, dan pembawa kabar gembira bahwa rahmat Allah lebih luas daripada dosa dan kelemahan hamba-Nya.
Pada kesempatan Jumat yang mulia ini, khatib mengajak diri khatib dan seluruh jamaah untuk merenungkan tema:
“Andai Kau Tahu, Bahwa Allah Sangat Sayang Padamu”
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kadang manusia merasa sendiri. Ada yang merasa tidak dipahami oleh keluarganya. Ada yang merasa ditinggalkan oleh sahabatnya. Ada yang merasa doanya belum dijawab. Ada yang merasa masalah hidupnya terlalu berat. Ada pula yang merasa dosanya terlalu banyak sehingga malu untuk kembali kepada Allah.
Namun ketahuilah, wahai saudaraku, Allah tidak pernah jauh. Kita yang sering menjauh. Allah tidak pernah menutup pintu. Kita yang sering malu mengetuk pintu-Nya. Allah tidak pernah berhenti memberi. Kita yang sering lupa bersyukur.
Allah sangat sayang kepada hamba-Nya. Bahkan ketika manusia lupa, Allah tetap memberi. Ketika manusia jatuh, Allah membuka pintu kembali. Ketika manusia menangis dalam sunyi, Allah mengetahui. Ketika manusia merasa tidak punya siapa-siapa, Allah tetap bersamanya.
Pertama: Saat Semua Meninggalkanmu, Hanya Allah yang Masih Membersamaimu
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Dalam hidup ini, ada masa ketika kita merasa ditinggalkan. Orang yang dulu dekat bisa menjauh. Orang yang dulu berjanji bisa berubah. Orang yang dulu memahami bisa tidak lagi peduli. Bahkan terkadang di tengah keramaian pun seseorang bisa merasa sangat sendirian.
Tetapi bagi orang beriman, tidak ada kesendirian yang benar-benar sunyi. Karena Allah selalu mengetahui keadaan hamba-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
QS. Al-Hadid: 4
Ayat ini menguatkan hati kita. Saat manusia tidak melihat air mata kita, Allah melihatnya. Saat manusia tidak memahami luka kita, Allah mengetahuinya. Saat manusia tidak mendengar rintihan kita, Allah mendengarnya.
Bahkan Allah lebih dekat kepada kita daripada yang sering kita sadari. Allah berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
QS. Qaf: 16
Maka jangan merasa hancur hanya karena manusia meninggalkanmu. Jangan merasa tidak berharga hanya karena manusia tidak menghargaimu. Jangan merasa tidak dicintai hanya karena manusia tidak menyayangimu sebagaimana yang engkau harapkan.
Allah bersamamu.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadis qudsi:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.”
HR. Bukhari dan Muslim
Allahu Akbar. Ketika engkau mengingat Allah, Allah bersamamu. Ketika engkau menyebut nama-Nya dalam kesedihan, Allah bersamamu. Ketika engkau mengangkat tangan di sepertiga malam terakhir, Allah bersamamu. Ketika engkau menangis di atas sajadah, Allah tidak meninggalkanmu.
Kedua: Saat Kau Punya Masalah dan Putus Asa, Allah Hadirkan Solusinya
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Tidak ada manusia yang hidup tanpa masalah. Ada masalah ekonomi, keluarga, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, utang, masa depan, dan berbagai beban yang tidak semua orang mampu kita ceritakan.
Kadang masalah itu membuat seseorang berkata, “Saya sudah tidak kuat.”
Kadang hati berkata, “Tidak ada jalan keluar.”
Kadang pikiran berkata, “Semua sudah selesai.”
Tetapi iman mengajarkan kita bahwa selama Allah ada, harapan tidak pernah mati.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
QS. Al-Insyirah: 5–6
Perhatikan, Allah tidak mengatakan “sesudah kesulitan” saja, tetapi Allah mengatakan “bersama kesulitan ada kemudahan.” Artinya, di tengah masalah, Allah sudah siapkan jalan. Di tengah tangis, Allah sudah siapkan pelipur. Di tengah sempit, Allah sudah siapkan kelapangan. Di tengah kebingungan, Allah sudah siapkan petunjuk.
Allah juga berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
QS. Ath-Thalaq: 2–3
Maka ketika masalah datang, jangan cepat putus asa. Jangan menganggap Allah tidak peduli. Jangan menyimpulkan hidup ini gelap hanya karena satu pintu tertutup. Bisa jadi Allah menutup satu pintu karena Dia hendak membukakan pintu yang lebih baik.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Semua urusannya baik baginya, dan itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu baik baginya.”
HR. Muslim
Masalah yang membuatmu menangis bisa menjadi jalan Allah mendidikmu. Ujian yang membuatmu lemah bisa menjadi sebab Allah mengangkat derajatmu. Kesulitan yang membuatmu sujud lebih lama bisa menjadi tanda bahwa Allah ingin engkau lebih dekat kepada-Nya.
Ketiga: Saat Kau Punya Dosa, Allah Menunggu Taubatmu
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Di antara bentuk kasih sayang Allah yang paling besar adalah Allah tidak segera menghukum hamba-Nya ketika berdosa. Allah memberi kesempatan. Allah membuka pintu taubat. Allah memanggil hamba yang berdosa untuk kembali.
Jangan pernah berkata, “Dosaku terlalu besar, Allah tidak mungkin mengampuniku.”
Jangan pernah berkata, “Aku terlalu kotor untuk kembali kepada Allah.”
Jangan pernah berkata, “Aku sudah terlalu jauh.”
Dengarkan panggilan Allah yang penuh cinta:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِيْنَ أَسْرَفُوْا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَحْمَةِ اللّٰهِ ۚ إِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
“Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
QS. Az-Zumar: 53
Ayat ini bukan sekadar ayat tentang ampunan. Ini adalah panggilan cinta dari Allah kepada orang-orang yang pernah salah, pernah jatuh, pernah berdosa, pernah lalai, pernah jauh.
Allah tidak memanggil mereka dengan hinaan. Allah memanggil mereka dengan lembut:
يَا عِبَادِيَ
“Wahai hamba-hamba-Ku.”
Seolah Allah ingin mengatakan: “Engkau masih hamba-Ku. Kembalilah. Jangan putus asa. Pintu-Ku masih terbuka.”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لَلّٰهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ وَقَدْ أَضَلَّهُ فِي أَرْضِ فَلَاةٍ
“Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan kembali untanya yang hilang di padang pasir.”
HR. Bukhari dan Muslim
Subhanallah. Allah gembira ketika hamba-Nya bertaubat. Allah senang ketika kita kembali. Allah mencintai orang yang membersihkan diri.
Allah berfirman:
إِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.”
QS. Al-Baqarah: 222
Maka wahai saudaraku, jangan tunda taubat. Jangan menunggu tua untuk kembali. Jangan menunggu sakit untuk menangis. Jangan menunggu kematian dekat baru mencari Allah.
Hari ini, kembalilah.
Malam ini, sujudlah.
Mulai sekarang, tinggalkan dosa itu.
Allah menunggumu dengan rahmat-Nya.
Keempat: Allah Penuhi Semua Kebutuhanmu, Saat Kau Lupa Meminta Sekalipun
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pernahkah kita merenung, berapa banyak nikmat yang Allah beri tanpa kita minta?
Kita tidak pernah meminta agar jantung berdetak setiap detik, tetapi Allah menjaganya.
Kita tidak pernah meminta agar paru-paru bekerja sepanjang malam, tetapi Allah mengaturnya.
Kita tidur dalam keadaan tidak sadar, namun Allah tetap menjaga hidup kita.
Kita sering lupa berdoa, tetapi Allah tetap memberi udara, air, makanan, keluarga, kesempatan, dan kehidupan.
Allah berfirman:
وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat.”
QS. Ibrahim: 34
Allah juga berfirman:
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ
“Dan segala nikmat yang ada padamu, maka itu berasal dari Allah.”
QS. An-Nahl: 53
Betapa lembut kasih sayang Allah kepada kita. Banyak kebutuhan kita dipenuhi sebelum kita sadar membutuhkannya. Banyak bahaya dijauhkan sebelum kita tahu bahayanya. Banyak doa dijawab dengan cara yang tidak kita duga.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadis qudsi:
يَا عِبَادِي، كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُوْنِي أَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِي، كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُوْنِي أُطْعِمْكُمْ. يَا عِبَادِي، كُلُّكُمْ عَارٍ إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُوْنِي أَكْسُكُمْ
“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku beri petunjuk. Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua lapar kecuali yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku beri makan. Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua telanjang kecuali yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku beri pakaian.”
HR. Muslim
Hadis ini mengajarkan bahwa kita sangat butuh kepada Allah. Petunjuk kita dari Allah. Makanan kita dari Allah. Pakaian kita dari Allah. Kesehatan kita dari Allah. Ketenangan kita dari Allah. Ampunan kita dari Allah.
Maka jangan sombong. Jangan merasa hidup ini berjalan karena kekuatan kita sendiri. Jangan merasa rezeki datang semata-mata karena kecerdasan kita. Semua karena rahmat Allah.
Allah memberi saat kita meminta.
Allah juga memberi saat kita lupa meminta.
Allah menjaga saat kita ingat kepada-Nya.
Allah juga tetap menjaga saat kita lalai, agar kita punya kesempatan kembali kepada-Nya.
Penutup Khutbah Pertama
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Dari khutbah ini, marilah kita membawa pulang empat pesan besar:
Pertama, saat semua meninggalkanmu, Allah tetap membersamaimu.
Kedua, saat masalah membuatmu putus asa, Allah mampu menghadirkan jalan keluar.
Ketiga, saat dosa membuatmu merasa jauh, Allah membuka pintu taubat.
Keempat, saat engkau lupa meminta, Allah tetap memenuhi kebutuhanmu dengan kasih sayang-Nya.
Andai kita tahu betapa Allah sayang kepada kita, niscaya kita tidak akan mudah putus asa.
Andai kita tahu betapa luas rahmat Allah, niscaya kita tidak akan menunda taubat.
Andai kita tahu betapa dekat Allah dengan hamba-Nya, niscaya kita tidak akan merasa sendiri.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ، فَقَالَ تَعَالَى:
إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pada khutbah kedua ini, marilah kita memperbanyak doa. Kita memohon agar Allah menjadikan hati kita tidak mudah putus asa. Kita memohon agar Allah menguatkan jiwa kita ketika manusia meninggalkan kita. Kita memohon agar Allah memberi jalan keluar dari setiap masalah. Kita memohon agar Allah menerima taubat kita dan mencukupi kebutuhan kita dengan rezeki yang halal, baik, dan penuh berkah.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ يَا رَحْمٰنُ يَا رَحِيْمُ، ارْحَمْ ضَعْفَنَا، وَاجْبُرْ كَسْرَنَا، وَآمِنْ خَوْفَنَا، وَفَرِّجْ هُمُوْمَنَا، وَنَفِّسْ كُرُوْبَنَا.
اَللّٰهُمَّ لَا تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ.
اَللّٰهُمَّ إِذَا تَرَكَنَا النَّاسُ فَلَا تَتْرُكْنَا، وَإِذَا ضَاقَتْ بِنَا الدُّنْيَا فَوَسِّعْ عَلَيْنَا رَحْمَتَكَ، وَإِذَا كَثُرَتْ ذُنُوْبُنَا فَافْتَحْ لَنَا بَابَ تَوْبَتِكَ.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَاغْسِلْ قُلُوْبَنَا مِنَ الذُّنُوْبِ وَالْمَعَاصِيْ.
اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا مُبَارَكًا، وَاكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.
اَللّٰهُمَّ وَسِّعْ أَرْزَاقَنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَنَا، وَاقْضِ دُيُوْنَنَا، وَاشْفِ مَرْضَانَا، وَارْحَمْ مَوْتَانَا.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا نَشْكُرُ نِعَمَكَ، وَلَا نَكْفُرُهَا، وَنَذْكُرُكَ وَلَا نَنْسَاكَ، وَنُطِيْعُكَ وَلَا نَعْصِيْكَ.
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهَا بِلَادًا آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً، رَخِيَّةً سَخِيَّةً، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ وَلِّ عَلَيْنَا خِيَارَنَا، وَلَا تُوَلِّ عَلَيْنَا شِرَارَنَا، وَارْزُقْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا الْعَدْلَ وَالْأَمَانَةَ وَالرَّحْمَةَ بِالرَّعِيَّةِ.
اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَجَنِّبْنَا الْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا، لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ،
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.
